Rabu, 04 Agustus 2010

DESAIN TAMBANG

JENIS TAMBANG

Saat ini ada 2 jenis tambang yang sangat terkenal di dunia,yaitu :

1. Tambang bawah tanah ( Under Ground Mine )

Contohnya seperti di Freeport , tambang underground di China , dll

2. Tambang Terbuka ( Open Pit Mine )

Contohnya seperti di Sangata ( KPC ) , Nusa Tenggara ( Newmont ) , Berau ( Berau Coal ) , dll.

PEMILIHAN JENIS TAMBANG

Beberapa point penting yang harus diperhatikan untuk menentukan jenis tambang yang akan dipilih adalah sebagai berikut :

  • Stripping Ratio ( SR ) / Nisbah kupasan yang ekonomis pada saat itu.Pengertian dari stripping ratio adalah : Perbandingan jumlah tanah kupasan penutup batubara dalam satuan meter kubik padat (lihat BCM) yang harus dibuang untuk menghasilkan 1 ton batubara. Dapat disebut juga dengan rasio kupasan (dengan batubara) pada tambang batubara terbuka.

  • Teknologi

  • Lingkungan dan Amdal

  • Keahlian

  • Ketersediaan modal

  • Dll

METODE PENAMBANGAN

  • Direct digging / ripping

  • Direct dozing

  • Drilling dan Blasting

  • Truck dan Shovel

  • Dragline System

  • Conveying

  • Dll.

FAKTOR-FAKTOR PEMILIHAN METODA PENAMBANGAN

Dalam hal penentuan metode tambang yang akan digunakan saat akan dimulai,maka point-point dibawah ini penting untuk diperhatikan :

  • Karakteristik Deposit : Kemiringan, ukuran dan penyebaran, struktur geologi (rekahan/joint, patahan dan perlipatan)

  • Karakteristik Material

  • Pertimbangan Topography

  • Pertimbangan Geoteknik & Hidrologi

  • Pertimbangan Ekonomis

  • Pertimbangan Lingkungan

  • Ketersediaan alat

  • Tingkat Produksi

  • Kualitas bijih / Batu bara yang diharapkan

  • Jarak buang dari PIT ke Waste Dump / Crusher

TAHAPAN DESAIN DAN PERENCANAAN TAMBANG

  • Validasi Data (Geologi, Topografi, Jumlah Data)

  • Model geologi à (Geological Resources, Bentuk Cadangan, Kualitas dsb.)

  • Cut of Grade/Optimum Pit Limit

  • Penentuan metoda Penambangan

  • Pembuatan Layout tambang & Design

  • Perhitungan Blok Cadangan

  • Pembuatan Schedule Produksi

  • Pemilihan Alat dan type alat yang “Suitable”

  • Penentuan Urutan (sequence) Tambang

  • Penentuan System Drainase

  • Analisa Lingkungan dan Rencana Rehabilitasi


DATA DAN MODEL GEOLOGI

I. Data Geologi

  • Topography Lapangan

  • Data Bor

  • Struktur Geology

II. Model Geologi

  • Penampang Geologi (Section)

  • Peta Struktur, Ketebalan Dan Kualitas (2 Dimensi)

  • Model Kualitas (3 Dimensi)

III. Data Geoteknik

  • Densitas Batuan (Wet And Dry)

  • Sudut Geser Dalam

  • Kohesi

  • Struktur Lapisan Geologi (Mis : Joint)

PENENTUAN BATAS PENAMBANGAN

  • Optimum stripping ratio

  • Batas tambang

  • Batas waste dump

  • Batas lain : sungai , jalan, dll

Contoh batas S/R dibeberapa job site PAMA :

Indominco 7.8 bcm Tanah : 1 ton Batubara

Adaro 2.8 bcm Tanah : 1 ton Batubara

Petangis 6.5 bcm Tanah : 1 ton Batubara

KPC 6.7 bcm Tanah : 1 ton Batubara

CATATAN PENTING : PARA PENGAWAS TAMBANG HARUS MEMPERHATIKAN BATAS-BATAS S/R YANG DIRENCANAKAN KARENA AKAN MEMPENGARUHI TINGKAT KEUNTUNGAN OPERASI TAMBANG.

PEMILIHAN ALAT & METODE PENAMBANGAN

I. Parameter pemilihan alat :

  • Kondisi tanah dan bantuan

  • Target produksi

  • Karakteristik material

  • Tebalan dan kemiringan coal / ore

  • Jarak angkut

  • Topography

  • Cuaca

II. Parameter metode penambangan :

  • Dimensi lokasi kerja

  • Urutan penambangan ( Mine sequencing )

  • Rencana produksi ( Production scheduling )

  • Lebar jalan / Ramp

  • Grade jalan

  • Lokasi awal penambangan

  • Management disposal ( In and Out Pit dumping system )

LAYOUT & DESIGN TAMBANG

  • Desain pit

  • Desain ramp

  • Desain disposal

  • Desain jalan

  • Drainase

  • Dll

PERENCANAAN TAMBANG

1.Produksi :

  • Target produksi

  • Produktivitas

  • Jumlah alat

2.Jam Kerja :

  • Kalender kerja

  • Shift kerja

  • Total jam kerja setahun

DRAINASE TAMBANG

  • Drainase bench dan sump

  • Pemilihan pompa

  • Pengolahan aliran air

  • Pembuangan lumpur

clip_image014

AMPAK LINGKUNGAN DAN REHABILITASI

  • Top soil stockpiling

  • Rencana rehabilitasi

  • Penanganan air limbah

SURFACE MODEL INTERPRETATION FROM DRILL HOLE DATA

clip_image016

STRUCTURE CONTOUR & SECTION FROM GEOLOGICAL MODEL

clip_image018

ASH ISOPACH FROM GEOLOGICAL MODEL

clip_image020

MINING SEQUENCE AND CUTTING PLAN SCHEDULE

clip_image022

Sumber : Handout Pelatihan Dasar Pengawas Operasi PT.PAMA

Diposkan oleh IMS di 04:20

ISTILAH PERTAMBANGAN

Buat anda yang memang berkecimpung di dunia tambang tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah-istilah seperti : Settling Pond , Bench , disposal , ROM , fleet dan lain sebagainya , terutama untuk para pengawas ( Group leader,foreman,supervisor ataupun superintendent ) yang memang langsung berhubungan dengan kegiatan penambangan di lapangan ( apakah itu tambang batubara , emas dan lain sebagainya ).

Namun tidak semua orang yang bekerja di pertambangan mengerti tentang istilah-istilah seperti diatas..,misalnya : belum tentu seorang mekanik , driver atau checker dan lain sebagainya tahu apa artinya ROM ?..betul kadang dia sering mengerjakan unit yang sedang rusak di ROM,atau seorang driver sering dumping di ROM,tapi apakah dia tahu artinya ROM ?…jawabannya belum tentu…untuk itu mari kita lihat dan pelajari bersama beberapa istilah ( terminology ) yang sering digunakan di tambang…penasaran..?

Istilah – Istilah Tambang ( Mining Terminology )

1. Air-dried basis : disingkat ADB atau adb, berarti analisis contoh batubara dalam keadaan kadar kelembaban yang hampir sama dengan kelembaban udara sekitarnya.

2. AMD : Acid Mine Drainage, Pengaliran air asam tambang (Pengaturan aliran air).

3. Backfill : Tanah atau batuan yang dipakai untuk mengurangi (mengisi) bekas galian tambang batubara atau galian sipil lainnya. Kata ini juga dipakai sebagai kata kerja, yang berarti pekerjaan pengisian bekas penggalian. Dalam tambang batubara backfill lebih sering diartikan sebagai pekerjaan mengisi galian bekas endapan batubara beserta tanah penutupnya dengan tanah kupasan. Cara ini sangat dianjurkan dari segi teknis ekonomis teknik penambangan maupun dari segi dampak lingkungan, karena jarak pengangkutan kecil dan tanh buangan tidak memerlukan tambahan lahan disekitarnya. Backfill dapat juga berasal dari tambang dalam yang diangkut keluar hasil penggalian terowongan, jalan menuju kepermukaan kerja baru (pekerjaan persiapan).

4. Batter slope : Kemiringan individual slope (kemiringan antara crest dan toe dalam satu slope di daerah galian / timbunan) .

5. BCM : Bank Cubic Meter : volume insitu (di tempat).

6. Bench : teras penggalian atau jenjang pada tambang batubara terbuka atau tambang lainnya ataupun pada pekerjaan pemindahan tanah. Dapat pula berarti bagian-bagian lapisan batubara yang dipisahkan oleh lapisan pengotor, misalnya lapisan serpih atau bagia-bagian dari lapisan batubara yang sudah terkupas, terbagi-bagi karena proses penambahannya.

7. Berm : semacam tanggul atau dinding teras yang terbentuk secara alami. Lereng yang sengaja dibuat untuk penahan longsor pada tambang terbuka atau pada penggalian lainnya. Istilah berm sering pula disamakan dengan teras atau landaian yang dibuat untuk jalan angkut pada tambang terbuka. Berm dapat juga berarti lapisan tipis batubara yang ditinggalkan sementara untuk dipakai sebagai landasan kerja untuk pengupasan lapisan penutup disebelahnya.

8. Bund Wall : Tanggul Pengaman.

9. Coal Expose : Coal yang sudah terbuka / dibuang OB nya.

10. Coal Inventory : Coal yang ada / masih ada dalam tambang dan siap diangkut keluar tambang (ke ROM).

11. Contamination : Tercampurnya coal dengan material lain dari luar : OB, scorea, besi dll .

12. Contour : Garis menghubungkan titik-titik yang sama ketinggiannya.

13. Crest : Sisi atas / kepala slope.

14. Cross Fall : Bentuk normal kem

iringan jalan (cross section) satu atau dua arah.

15. Culvert : Gorong-gorong untuk pengaliran air paritan, creek atau sungai kecil, biasanya terbuat dari plat baja / beton bertulang.

16. Cut Back : Pemotongan pit dilakukan secara bertahap dengan garis potong sejajar dengan garis pit design, hal ini biasa dilakukan untuk mengimbangi stripping ratio pada proses pengerjaan tahap – tahap penambangan (Push back).

17. Cut & Fill : Galian / potong dan timbun.

18. Cycle time : Waktu edar untuk suatu aktivitas tertentu satu alat.

19. Delay : Waktu hilang yang dapat dikontrol / dibatasi oleh tindakan manusia, seperti : Rest Time, Refueling, Move karena blasting.

20. Dilution : Tercampurnya Ore (Emas) dengan material lain dari luar (waste, dll).

21. Disposal : Tempat pembuangan / penumpukan material tak ” dipakai “ (OB, Sub Soil, Dll).

22. Embankment : Timbunan massal (volume besar) untuk konstruksi.

23. End Wall : Dinding atau batas akhir dari penambangan. Biasanya terdapat diujung daerah penambangan (melintang strike).

24. Fleet : Sekumpulan Armada Produksi. Biasanya terdiri dari Excavator, Truck & alat pendukungnya : Bulldozer, Grader , dll.

25. Floor : Lapisan bagian paling bawah dari batu bara (coal).

26. Free face : Bidang bebas/batas antara material asli dan material yang sudah diambil (bisa coal atau OB).

27. General work : Pekerjaan yang sifatnya umum untuk mensupport pekerjaan tambang misalnya : drainasi, sloping, cleaning, dll).

28. Grade : Kemiringan jalan (%), misalnya 4 %.

29. Grade : Kandungan / kadar mineral berharga dalam bijih ( Ore seperti Emas, grade dengan satuan 4 gr/ ton).

30. Grubbing : Pengumpulan tumbuhan semak / perdu.

31. High wall : Dinding tambang pada sisi kemiringan batu bara terdalam yang terdiri dari slope dan bench.

32. Idle : Waktu hilang karena sebab yang tidak dapat dikontrol manusia, seperti : Hujan, Kabut, dll.

33. Interburden : lapisan antara, yakni zona (lapisan) tanah/batuan diantara dua atau lebih lapisan batubara yang jarak tegaknya satu dengan lainnya tidak jauh. Dapat juga diartikan sebagai lapisan pengotor yang memisahkan suatu lapisan batubara dengan ketebalan yang layak ditambang. Lapisan pengotor ini biasanya terdiri dari serpih, lempung, batu pasir, batu lanau, batu lumpur, batu lempung limonit dan sejenisnya dan mungkin mengandung lapisan tipis batubara yang tidak layak ditambang (secara ekonomis).

34. LCM : Loose Cubic Meter : Volume terurai / gembur.

35. Log stock pilling : Area penumpukan kayu batangan / gelondongan (log).

36. Low wall : Dinding tambang pada sisi terdangkal / singkapan ini bisa terbentuk dari floor atau bench/slope.

37. Match Factor : Angka yang menunjukkan hasil perbandingan antara produksi alat muat dengan alat angkut yang dilayani. Match = seimbang jika nilainya 1 (satu).

38. Mud Pond : Kolam Penampungan lumpur.

39. NAR : singkatan dari net as-received, yaitu nilai (kalori) bersih dari conto batubara yang dianalisis dilaboratorium dan merupakan nilai kalori gross air dried (lihat GAD) disesuaikan dengan pengurangan unsur hidrogen.

40. OB : singkatan dari Over Burden, yaitu lapisan tanah (batuan) yang menutupi lapisan batubara. sering disingkat dengan O/B.Bila Over Burden telah digali diangkat dan dibuang disebut waste (limbah).

41. Overall slope : Kemiringan total dari beberapa slope yaitu dari crest tertinggi sampai toe yang paling terdalam.

42. Out Crop : Singkapan batu bara / ujung atas batu bara yang terlihat langsung tanpa ada tanah (material) penutup.

43. Rain : Waktu selama hujan berlangsung.

44. Request Level (RL) : Ketinggian/level/elevasi yang diminta sesuai.

45. Rip Rap : Tempat aliran air yang sengaja dibuat untuk mengalirkan air pada sisi kiri dan kanan jalan.

46. Road drainage : Drainasi atau pengaliran air dari sisi kiri dan kanan jalan.

47. Road maintenance : Perawatan jalan yang meliputi : grading, compacting, water spraying, bund wall, re-seating material surface, perawatan dll.

48. Road pavement : Lapis pengerasan jalan, ini bisa terjadi dari agregate (batuan base/sub base coarse, coarse, surface), aspal atau beton.

49. Roof : Lapisan bagian paling atas batu bara (coal).

50. ROM ( Stock Pile ) : Run Off Mine, Raw Off Mine.

51. Seam : lapisan batubara dengan kata lain suatu pelapisan tipis bila dibandingkan dengan tebalnya batuan di sutu wilayah geologi yang dapat terbagi menjadi 2 atau lebih lapisan dan secara terpisah atau digabung merupakan endapan batubara yang biasanya layak ditambang. Seam adakalanya juga berarti lapisan bahan galian mineral logam.

52. Settling Pond : Kolam Pengendapan.

53. Sight distance : Jarak pandang baik pandangan henti sampai dengan pandangan menyiap .

54. Slippery : Wet condition, Waktu yang hilang setelah hujan sampai dengan kering dan dapat beroperasi kembali.

55. Slope : lereng atau permukaan yang miring (membentuk sudut dengan bidang datar). Biasanya bentuk kemiringan dari bukaan (permuka) tambang terbuka. Di dalam geometri tambang terbuka lereng ini mempunyai batasan (terukur) mengikuti kaidah mekanika batuan (kemantapan lereng) dan ketentuan pemerintah.

56. Stripping Ratio (SR) : Perbandingan jumlah volume batuan (OB, waste) yang harus dibongkar untuk mendapatkan sejumlah (ton) mineral/bahan tambang (Coal – Ore). Misalnya SR = 1 : 8.

57. Sub Grade : Konstruksi badan jalan dari tanah yang telah memenuhi persyaratan kepadatan tertentu.

58. Sub Soil : Tanah di bawah lapisan Top Soil tetapi diatas OB.

59. Sump : tempat yang paling rendah (semacam kolam kecil) dalam tambang (tambang dalam atau tambang terbuka) untuk menampung air dan dari tempat itu air dipompakan keluar tambang.

60. Super elevasi : Kemiringan badan jalan dari titik tengah (center line) sampai ke sisi terluar jalan.

61. Toe : Sisi bawah / kaki slope.

62. Top Soil : Tanah pucuk yang mengandung “hara” (bahan yang menyuburkan tanah.

63. Underburden : sama dengan seat clay.

64. Waste Dump : Nama lain disposal.

65. Waste : Material-material yang tidak “dipakai”.

66. Water spraying : Penyiraman jalan, biasa dilakukan untuk mengurangi debu atau menjaga kelembaban jalan tertentu.

Dibawah ini ada beberapa gambar yang bisa membantu menjelaskan beberapa istilah – istilah diatas.Buat anda yang memang berkecimpung di dunia tambang tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah-istilah seperti : Settling Pond , Bench , disposal , ROM , fleet dan lain sebagainya , terutama untuk para pengawas ( Group leader,foreman,supervisor ataupun superintendent ) yang memang langsung berhubungan dengan kegiatan penambangan di lapangan ( apakah itu tambang batubara , emas dan lain sebagainya ).



* Dirangkum dari berbagai sumber.

Diposkan oleh IMS di 03:06

MAINTENANCE ALAT BERAT jilid 2

1. Preventive Maintenance.

Perawatan yang dilakukan pada unit tujuannya adalah untuk mencegah atau memindahkan kemungkinan munculnya gangguan / kerusakan pada machine. Preventive Maintenance dilakukan tanpa perlu menunggu adanya tanda–tanda kerusakan atau rusak. Untuk demikian ini, preventive maintenance dibagi atas tiga model maintenance :
1. Periodic Maintenance
2. Schedule Overhaul
3. Condition Base Maintenance

1.1 Periodic maintenance
Periodic maintenance adalah pelaksanaan service yang harus dilakukan setelah peralatan bekerja untuk jumlah jam operasi tertentu. Jumlah jam kerja ini adalah sesuai dengan jumlah yang ditunjukan oleh pencatat jam operasi (service meter) yang ada pada alat tersebut.Periodic maintenance ini, meliputi:

1.1.1 Periodic inspection
Pemeriksaan atau inspeksi harian sebelum unit dioperasikan dan pemeriksaan mingguan, hal ini dilakukan untuk mengetahui kedaan machine apakah aman untuk dioperasikan.Dalam melaksanakan periodic inspection terutama dalam pelaksanaan perawatan harian ( daily maintenance ), bisa menggunakan beberapa alat bantu, antara lain :

  1. Check sheet: Suatu form ( daftar ) yang dipergunakan untuk mencatat hasil operasi dari tiap – tiap machine dalam satu hari operasi.

  2. Daily check form : Suatu form (daftar) seperti halnya check sheet, letak perbedaannya hanya pada ukurannya yaitu pocket size sehinggga operator atau service-man akan dengan mudah mencatatnya.

1.1.2 Periodic service
Perawatan machine / unit yang teratur adalah sangat penting demi menjamin pengoperasian yang bebas dari kerusakan dan memperpanjang umur unit. Waktu dan uang yang dikeluarkan untuk melaksanakan periodic service (perawatan berkala) akan dikompensasi dengan menjadi panjangnya umur unit dan berkurangnya ongkos operasi unit. Semua angka yang menunjukkan jumlah jam kerja pada keterangan yang tertera pada check sheet adalah didasarkan pada angka–angka yang dilihat pada service meter.

Pada medan kerja unit yang berat atau kondisi operasi yang berat, maka jadwal periodic service bisa lebih dipersingkat lagi,tanpa harus mengikuti jadwal perawatan yang telah ditentukan oleh buku perawatan unit ( OMM )

Jadi Periodic service adalah suatu usaha untuk mencegah timbulnya kerusakan yang dilakukan secara kontinyu dengan interval pelaksanaan yang telah tertentu berdasarkan hour meter (HM ). Dalam pelaksanaannya lihat bagan berikut:

Untuk PS 250 yang pertama bila machine masih baru maka perlu di perlakukan secara khusus. Dalam hal ini ada beberapa item yang mesti diganti walaupun usia pakainya belum selesai. Dengan melakukan hal ini berarti biaya yang di keluarkan memang lebih besar di awal kepemilikan alat ( baru atau setelah total overhaul). Tetapi, walau demikian suatu mesin yang baru tetap membutuhkan pengoperasian yang ekstra hati-hati pada 100 jam pertama, hal ini bertujuan untuk mendudukkan bagian-bagian yang bergerak dari mesin. Mesin baru harus dioperasikan dengan hati - hati, terutama mengenai hal-hal berikut ini:

  • Setelah start, hidupkanlah engine kira - kira 5 menit pada putaran rendah untuk memanaskannya sebelum beroperasi yang sesungguhnya.

  • Hindari menjalankan engine dengan putaran engine yang tinggi.

  • Hindari menjalankan atau menambah kecepatan mesin secara tiba-tiba, mengerem dengan tiba- tiba serta membelok dengan tajam jika tidak diperlukan.

  • Pada pengoperasian 250 jam kerja pertama, oli dan elemen saringannya harus diganti seluruhnya dengan oil dan elemen saringan yang baru dan asli.

  • Ingatlah selalu untuk melakukan perawatan dan pemeriksaan berkala seperti yang ditunjukan pada buku petunjuk.

  • Ingatlah selalu untuk mempergunakan bahan bakar dan minyak pelumas yang dianjurkan oleh pabrik.

2. Schedule Overhaul.
Jenis perawatan yang dilakukan dengan interval tertentu sesuai dengan standard overhaul di lakukan terhadap masing-masing komponen yang ada.Schedule overhaul dilaksanakan untuk merekondisi machine atau komponen agar kembali ke kondisi standard sesuai dengan Standard Factory.

Interval waktu yang telah di tentukan dipengaruhi oleh kondisi yang beraneka ragam seperti kondisi medan operasi, periodic service, skill operator dan sebagainya.
Overhaul di laksanakan secara terjadwal tanpa menunggu machine / komponen tersebut rusak Dalam pelaksanaannya kadang kala terjadi sesuatu yang bisa merubah jadwal (schedule) overhaul tersebut.Misalnya engine yang tadinya direncanakan untuk di overhaul di HM 12.000,namun karena pada HM tersebut kondisi engine masih bagus,maka overhaul-nya diundur hingga HM mencapai 14.000.Macam - macam overhaul :

  • Engine overhaul

  • Transmission overhaul

  • Final drive overhaul

  • General overhaul.

  • Dan sebagainya.

3. Condition Base Maintenance
Adalah jenis perawatan yang bertujuan untuk mengembalikan kondisi unit seperti semula (standard), dengan cara melakukan pekerjaan service Seperti: PPM, PPU yang hasil pengukurannya disesuaikan dengan standard yang terbaru (service news dan modification program).

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat melaksanakan pekerjaan perawatan adalah sebagai berikut:

  • Kecuali diinstruksikan secara spesifik/khusus, lakukanlah pekerjaan perawatan dengan engine dalam keadaan mati. Ketika melakukan pekerjaan dengan keadaan engine hidup,pekerjaan harus dilakukan oleh dua orang. Seorang operator harus duduk di tempat duduk operator dan yang lain melakukan pekerjaan perawatan. Keduanya harus bekerjasama dengan erat untuk menjamin keselamatan kerja yang semaksimum mungkin.

  • Gantungkanlah tanda peringatan (tag lock) untuk mencegah orang lain mengoperasikan mesin.

  • Buanglah oli setelah terlebih dahulu dipanasi sampai mencapai temperatur kerja.

  • Sebelum membuka tutup/cap radiator release terlebih dahulu tekanan yang ada di dalamnya.

  • Hindari untuk membuka tutup/cap tangki dan saluran pembuangan olinya ketika masih panas.

  • Setelah penggantian oli, penggantian elemen saringan, pembersihan dan lain-lain,lakukan bleeding udara jika diperlukan.

  • Untuk semua tempat pengisian oli yang menggunakan saringan kawat, hindari membuka saringan pada saat melakukan pengisian oli,

  • Pelumas/oli tidak boleh lebih atau kurang dari standar yang ditentukan. Pada saat melakukan pengecekan level oli harus menunjukkan ukuran yang tepat.

  • Ketika melakukan greasing, semua grease yang lama harus keluar dan terganti oleh grease yang baru, kemudian bersihkanlah grease yang keluar dari bagian yang digreasing.

  • Ketika melakukan penggantian oli, lakukanlah pemeriksaan oli bekas, filter, dan magnetik plug dari serbuk/geram.

  • Ketika membuka bagian-bagian yang memakai o-ring, bersihkan dudukannya, dan ganti o-ring dengan yang baru.

Adapun hal-hal dibawah ini adalah peringatan secara umum untuk keselamatan dalam pelaksanaan perawatan.

  • Pergunakanlah helm, safety shoes, sarung tangan. Gunakan kacamata apabila diperlukan.

  • Apabila pekerjaan perawatan dilakukan oleh lebih dari satu orang, koordinirlah pekerjaan tersebut demi keselematan dan mencegah terjadinya miss komunikasi.

  • Cegahlah orang-orang yang tidak berkepentingan untuk mendekati unit yang sedang diinspeksi.

  • Gunakan selalu spare part yang direkomendasikan oleh factory.

  • Gunakan Oli, grease, coolant, yang direkomendasikan oleh factory.

  • Gunakan pelumas yang kondisinya bersih, baik pelumas, tempat maupun alat untuk proses pengisian.

  • Periksa atau ganti oli pada tempat yang tidak berdebu, untuk mencegah kontaminasi.

Sebelum melakukan proses maintenance perhatikan hal-hal berikut:

  • Parkir unit di tempat yang rata dan keras, kemudian aktifkan parking brake.

  • Jika pekerjaan dilakukan di ruang tertutup, perhatikanlah ventilasi udara.

  • Cuci unit terlebih dahulu, terutama yang harus lebih diperhatikan adalah pada tempat-tempat pengisian dan drain oli.

Bath Up Curve (Kurva Bak Mandi)

Selama periode indreyen, perlu perhatian lebih khusus. Agar pada periode B dapat diperpanjang, perawatan pada periode B perlu diperhatikan agar kenaikan biaya periode C menjadi rendah. Secara keseluruhan apa yang dilakukan pada periodik service dapat dilihat pada buku OMM (Operation & Maintenance Manual).

Sumber : Trining PT. United Tractor Ltd tgl 28 Nov 2008

Diposkan oleh IMS di 02:56

MAINTENANCE ALAT BERAT

1. Fundamental Preventive Maintenance.

Tahukah anda, apa penyebab utama dari cepatnya kerusakan suatu alat, khususnya alat-alat besar saat ini? Berapa kali anda mendengar, ”Besok kita greasing”, atau ” Besok saja kita tambah oli / ganti oli”.Hari esok tiba, pekerjaan pun sudah menunggu, sehingga tidak ada waktu untuk greasing ( memberi gemuk ).Kebiasaan yang buruk demikian akan berakibat mempercepat kerusakan ( breakdown ) atau biaya operasi menjadi tinggi. Upaya kita dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan tersebut adalah dengan mengusahakan Preventive Maintenance, dimana kebiasaan tersebut merupakan tindakan yang baik untuk menjaga agar performance unit yang kita miliki menjadi lebih baik.

Dengan memahami fundamental preventive maintenance yang baik, anda dapat melakukan perawatan dengan benar dan efisien. Kemudian anda pasti akan puas mendapatkan sesuatu yang lebih dari alat-alat yang anda kelola.Dengan melaksanakan preventive maintenance yang baik, akan didapatkan tiga keuntungan sebagai berikut:
A. Mengurangi kerusakan.
B. Biaya operasi menjadi lebih hemat.
C. Keamanan alat-alat terjamin dengan baik.

A. Mengurangi Kerusakan.
Jika kerja suatu alat lebih berat, preventive maintenance-nya pun perlu ditingkatkan.

B. Hemat Biaya Operasi.
Sedikit rupiah untuk untuk membiayai preventive maintenance berarti membayar sejumlah besar kesempatan. Sebagai contoh melakukan ”Tune-Up” ( penyetelan ) suatu engine sangat memungkinkan menghemat 15% konsumsi bahan bakar dan menaikkan power lebih dari 10% dari sebelumnya.

C. Keamanan Alat Terjamin untuk Dioperasikan.
Jika unjuk kerja suatu mesin kurang baik, anda akan cenderung menambah waktu operasi karena kemampuan alat yang berkurang. Anda akan cenderung untuk terus bekerja atau tidak rela membuang-buang waktu hanya untuk mengejar target produksi, sehingga perlakuan anda terhadap alat menjadi tidak terkontrol. Jagalah alat anda seaman mungkin, pasti akan menghasilkan kondisi yang sempurna.

# Filosopi Maintenance
Secara umum, perawatan dapat didefinisikan sebagai usaha tindakan–tindakan reparasi yang dilakukan untuk menjaga agar kondisi dan performance dari sebuah mesin selalu seperti kondisi dan performance dari mesin tersebut waktu masih baru, tetapi dengan biaya perawatan yang serendah–rendahnya. Untuk menjaga agar kondisi dan performance dari mesin tidak menurun adalah usaha–usaha teknis, sedang menekan biaya perewatan sampai serendah mungkin menyangkut soal–soal management. Sebagai alat, alat–alat besar harus diperlakukaln sebagai layaknya sebuah alat produksi, yaitu agar selalu ada dalam kondisi yang prima dan dapat bekerja secara terus menerus dengan down time yang seminimum mungkin. Hal–hal tersebut dapat dicapai dengan perawatan atau pemeliharaan yang baik. Perawatan yang dinilai baik adalah perawatan yang menghasilkan down time yang seminimum mungkin tetapi tentu saja dengan biaya perawatan yang serendah mungkin.Berikut ini dapat dilihat beberapa kasus yang menjadi penyebab terjadinya kerusakan.

Kerusakan akibat kesalahan / kelainan maintenance menduduki porsi tertinggi yaitu :
41%: Kelainan dalam Periodic Maintenance.
31%: Kelainan daam Daily Inspection.
Dengan demikian kesalahan dalam maintenance memiliki porsi 72 %.

# Definisi Maintenance
Dengan demikian perawatan / maintenance dapat diartikan secara definitive adalah:
Suatu kegiatan service untuk mecegah timbulnya keausan tidak normal ( kerusakaan ) sehingga umur alat dapat mencapai atau sesuai umur yang direkomendasikan oleh pabrik.Kegiatan service meliputi pekerjaan berupa :
a. Pengontrolan
b. Penggantian
c. Penyetelan
d. Perbaikan
e. Pengetesan
Kesemuanya itu merupakan aktivitas secara total. Masih banyak mekanik yang beranggapan bahwa maintenance / perawatan adalah pekerjaan ringan seperti, ganti oli, ganti filter, membersihkan filter udara, mengganti air pendingin dan beberapa pekerjaan rutin sehari – hari. Kadang - kadang seperti overhaul, machine inspection, tidak dianggap sebagai aktivitas maintenance. Dengan demikian, mainetanance diadakan bertujuan untuk :
1. Agar suatu alat selalu dalam keadaan siaga siap pakai ( High availability = berdaya
guna physic yang tinggi ).
2. Agar suatu alat selalu dengan kemampuan prima, berdaya guna mekanis yang paling
baik ( Best Performance ).
3. Agar biaya perbaikan alat menjadi lebih hemat ( Reduce repair cost )
Agar tujuan tersebut tercapai maka maintenance perlu diorganisir sedemikian rupa.Berikut adalah managemen organisasi yang dilakukan :

MAINTENANCE CHART

Diposkan oleh IMS di 02:15

SAFETY

Sering kita mendengar atau membaca kata “ Safety “ ,apakah itu ditempat kerja ataupun di tempat lain, tapi apakah kita tahu arti yang sebenarnya dari kata tersebut?..jika sudah Alhamdulillah,namun jika belum mari kita belajar bersama…

Pengertian Umum

Dalam hubungannya dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebenarnya Safety adalah : “Suatu usaha untuk dapat melaksanakan pekerjaan tanpa kecelakaan, memberikan suasana kerja atau lingkungan yang aman, sehingga dapat dicapai hasil yang menguntungkan dan bebas dari segala macam bahaya”.

Prinsip Keselamatan Kerja


Hubungan Keselamatan Kerja Dengan Produksi

Keselamatan kerja adalah salah satu bagian dari pada produksi dan bagian-bagian produksi lainnya adalah jumlah (Kuantitas) dan mutu barang (Kualitas). Jadi :

Produksi = Kuantitas + Kualitas+ Keselamatan Kerja

“ KESELAMATAN ADALAH KUNCI PRODUKSI “

Manfaat Keselamatan Kerja

  • Mengecilkan ongkos pengeluaran perusahaan.
  • Menjamin suatu hasil yang baik.
  • Menjamin pekerjaan.
  • Menguntungkan masyarakat.

Tanggung Jawab

Keselamatan Kerja adalah mutlak menjadi tanggung jawab bersama antara : Pimpinan perusahaan , Pengawas lapangan dan Karyawan.

“ Jadi setiap orang bertanggung jawab terhadap Keselamatan Kerja “

Kecelakaan ( Accident )

Pengertian Kecelakaan : “ Suatu kejadian yang tidak direncanakan, tidak diduga, tidak diingini terjadi secara tiba-tiba dan bersifat merugikan manusia, alat-alat dan material “.

Sebab-Sebab Kecelakaan

Orang melakukan tindakan tidak aman atau kesalahan yang mengakibatkan kecelakaan disebabkan oleh :

--> Karena Tidak Tahu :

yang bersangkutan tidak mengetahui bagaimana menjalankan mesin dengan benar dan tidak tahu bahaya-bahaya sehingga terjadi kecelakaan.

--> Karena Tidak Mampu :

yang bersangkutan sebenarnya telah mengetahui cara yang aman akan tetapi karena belum atau kurang terampil, ia akhirnya melakukan kesalahan.

--> Karena Tidak Mau :

walaupun yang bersangkutan telah mengetahui dengan jelas cara kerja atau peraturan dan yang bersangkutan dapat melaksanakan, tetapi karena tidak punya kemauan akhirnya melakukan kesalahan yang mengakibatkan kecelakaan.

Secara garis besar Kecelakaan yang terjadi disebabkan :

  • 88 % Faktor Manusia : Tindakan tidak aman (unsafe action).
  • 10 % Faktor Peralatan : Kondisi tidak aman (unsafe condition).
  • 2 % Faktor Takdir : Diluar kemampuan manusia (God act).

Kerugian Akibat Kecelakaan ( Biaya Kecelakaan ) :

1.Biaya Langsung ( Direct Cost )

- Gaji, upah dan kompensasi.

- Biaya perawatan pengobatan.

- Kerugian kerusakan alat/mesin, material dan perlengkapan lain.

2.Biaya Tak Langsung ( Indirect Cost )

- Kehilangan waktu karena pekerjaan terhenti

- Menolong karyawan yang mendapat kecelakaan

- Mempersoalkan apa yang baru saja terjadi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar